1.6.26

Waktu yang Terbuang

Padahal aku pengen nonton Barasuara,” ucap anak lanang ketika kami masih tergopoh-gopoh menuju venue Steril Fest 2026. Dari kejauhan, suara mereka datang lamat-lamat, sedang menyelesaikan Terbuang dalam Waktu.

Yang tidak saya sadari, sejak pertama kali saya memberi tahu bahwa kami akan menonton Steril Fest 2026 hingga berangkat menuju venue, anak saya tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa ia ingin menonton Barasuara.

Baru ketika kami terlambat datang ke venue, karena salah perhitungan arus lalu lintas yang ternyata macet, dia mengeluarkan unek-uneknya itu.

Apadaya, nasi sudah menjadi bubur. Saya boleh saja menyesali kebodohan sendiri yang seharusnya berangkat lebih awal, tetapi semuanya sudah terlanjur. Semoga kejadian itu membuat kami lebih menghargai waktu.

foto dari ig @steril


Beberapa hari sebelum acara berlangsung, saya sudah berusaha mempersiapkan diri dengan baik. Saya bahkan berlatih menghafalkan lirik Terbuang dalam Waktu agar nanti bisa bernyanyi bersama anak dan istri. Menurut saya, lirik lagu itu memang sangat bagus.

Ada satu momen yang masih saya ingat. Ketika sedang berusaha menghafalkan lagu itu, istri saya yang mendengar dari kejauhan spontan berkomentar, "Latihan karaoke? Biar bisa nyanyi bareng? Fals tuh suaranya."

Saya hanya tertawa. Toh tujuan saya bukan menjadi penyanyi. Saya hanya ingin ikut bernyanyi dengan orang-orang yang menyukai lagu yang sama, pada malam yang saya kira akan kami kenang bersama.

Ternyata, lagu yang paling saya persiapkan justru menjadi lagu yang tidak sempat saya dengarkan. Mungkin begitulah cara waktu mengingatkan manusia: tidak pernah menunggu siapa pun yang datang terlambat.



No comments:

Post a Comment