9.10.23

ShyShine Band (Cuma Latihan)

 Anggota sementara:

- Akrom, Vok∆l
- Inunk, Vok∆l
- Yudhie, Gitr & Vokl (kadang B∆s)
- Chandra, Gitr & Vokl (kadang B∆s)
- Hidayat, Bs & Keybord (kadang Dr∆m)
- Irsa, Drm (pernah Git∆r)

Cuma Latihan









27.7.23

Perkenalan Dengan Dream Theater

Perkenalan saya dengan Dream Theater awalnya sungguh biasa saja. Adik saya Andy yang seorang gitaris, sering memainkan lagu "Another Day" dari album Images and Words-nya Dream Theater. Jadi secara tidak langsung saya sering tanpa sengaja ikut mendengarkan, tapi masih dengan kesan biasa saja, karena menurut saya kadar popnya masih cukup banyak. Mungkin memang tidak cukup hanya dengan mendengar satu lagu saja, untuk memberi penilaian.

Baru setelah saya mendengar secara penuh satu album Dream Theater "Metropolis Pt 2: Scenes From A Memory", saya merasa terpesona dengan permainan mereka dari awal sampai akhir album. Dengan susunan lagu yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai sebuah naskah cerita, menjadi seperti sedang membaca buku atau menonton film. 

Sejak saat itulah saya mulai mencoba untuk mengoleksi kaset-kaset album Dream Theater, dari album-album sebelum Images and Words sampai setelah-setelahnya. Pencarian album dalam bentuk kaset saya lakukan di toko-toko kaset dan cd yang waktu itu masih cukup banyak, baik toko kaset baru maupun lapak-lapak kaset bekas. 

Ketika pergi ke suatu kota, saya akan dengan sengaja berjalan-jalan mencari informasi di mana ada toko atau lapak yang menjual kaset. Misal Johar, Citraland atau Buletin Musik di Semarang, atau di toko Harapan Musik dan lapak kaset bekas di pasar Legi dan depan Optik Melawai di Solo. 

Sewaktu tinggal di Solo untuk sementara waktu, saya merasakan betapa sulitnya mencari album Dream Theater yang berjudul "Awake" dengan maksud untuk menggenapi koleksi. Karena sulitnya mencari album tersebut, saya sempat merekam cd mp3 album Awake ke dalam bentuk kaset pita. Walaupun pada akhirnya saya bisa memperoleh kaset Awake di toko onlen dengan harga yang cukup lumayan, itupun butuh waktu lama, jauh sekali rentang waktu yang diperlukan hingga bisa memperolehnya.





23.7.23

Rotor : Pluit Phobia [1992]

PRIIIIIIITTTTT

Spoken:

"Selamat siang, Dik!"

"Siang, Pak"

"Bisa lihat surat-suratnya?"

"Wah… nggak bawa, Pak"

"Anda kami tilang!"


Pada tahun 1993

Polisi serasa Izrail

Saat berlaku UU LLAJR

Siapkan ratusan ribu

Bangkrut!


Langgar peraturan

Alpa surat-surat

Hanya dua pilihan

Jutaan atau penjara


Mungkin buat si kaya tak t’rasa

Mungkin rakyat makin disiplin

Tapi si miskin makin melarat

Atau aparat makin korupsi


Mereka kecewa…

Mereka protes…

Terhadap undang-undang…

Kurang pertimbangan…


Apa yang akan terjadi?

Trauma sepanjang jalan

Akan timbul penyakit baru

Bagi rakyat Indonesia…Pluitphobia


Album Behind The 8th Ball
I.R.S Gitar, Vokal
Bakar Drum
Juda Bas



Polisi Baik Hati - Slank [Lirik]

 Slank [1998]- album Mata Hati Reformasi

"Bela Diri"

Nyawa orang kini udah gak ada harganya
Crime di sini sudah semakin tinggi
Apa perlu Indonesia kaya di Texas?
Orang bebas beli pistol buat jaga diri?
Polisi datang terlambat

Daripada dibunuh, untuk bela diri
Mending tembak duluan
Daripada dibunuh, untuk bela diri
Mending kamu kutembak

Dor, dor, dor, mampuslah kau
Dor, dor, dor, mampuslah kau
Dor, dor, dor, mampuslah kau
Dor, dor, dor, mampus elo
Dor, dor, dor, mampuslah kau
Dor!
Mampus lo, mampus, mampus
Anjing


"Aktor Intelektual"

Ku ingin menangis lihat disana sini
Apa yang sedang terjadi
Rakyat terinjak
Di injak
Ini suasana ini dan keadaan ini
Memanaskan hati
Aku tersentak
Tersentak
Apa yang ku lakukan
Apa ini belum perlu
Haruskah aku diam saja
Apa juga belum perlu
Untuk kepentingan pribadi
Dan memperkaya diri
Enggak peduli
Rakyat terdesak
Didesak
Untuk membeli bahan-bahan
Yang sangat dibutuhkan
Terkunci dalam gudang
Dengan harga yang nggak kebayang
Banyak Cina melarat
Apes kena disikat
Terkadang seumat
Percaya akhirat
Nasionalisnya kuat
Kadang Cina yang nekat
Seperti konglomerat
Yang ngambil uang rakyat
Banyak bank terjerat
Dijerat
Mereka yang paling dekat
Sama oknum pejabat
Yang sering banyak nyunat
Duit haram punya rakyat
Abis diembat
Tapi selamat
Dendam lama terpendam
Sama orang keturunan
Dan semakin mengerang
Lakukan penjarahan
Bahkan perkosaan
Apa memang dendam terpendam
Cuma karena keturunan
Siapa yang cari keuntungan
Di dalam kesempitan
Awas kita cuma ditunggangi
Intelektual yang ambisi
Memancing anarki
Demi revolusi
Revolusi
Pasti kita dijejali
Dengan penuh janji-janji
Kalau itu terjadi
Rakyat juga yang dikorbani
Astaghfirullah hal adzim! Allahu Akbar
Segitu jahatnya Bangsaku, segitu dendamnya rakyatku
Kemana keramah tamahan Bangsaku, kemana perginya
Allahu Akbar
Dan ku gak sabar lagi
Akan menapakkan kaki
Untuk beraksi
Aku tergerak
Tergerak
Haruskah aku lakukan
Apa ini memang perlu
Harus aku lakukan
Karena ini memang perlu
Aku terlalu emosi
Menunggu walau sehari
Nggak bisa menahan diri
Untuk bergerak
Bergerak
Ini lingkaran setan
Harus banyak berkorban
Masuk lingkaran setan
Banyak yang jadi korban
Bergelimpangan
Darah di Ibu Pertiwi



Slank [2023]- HUT Polisi

"Polisi Yang Baik Hati" 

Polisi yang baik hati
Senyum ramah manusiawi
Pembela rakyat sejati
Suka rela mengayomi

Polisi yang baik hati
Siap siaga melindungi
Paling sigap melayani
Sepanjang malam
Sepanjang hari

Polisi yang baik hati
Sahabat yang dicintai
Teman yang menyemangati
Kehadiranmu slalu dinanti
Polisi yang baik hati
Senyum ramah manusiawi
Pembela rakyat sejati
Suka rela mengayomi

Polisi yang baik hati
Siap siaga melindungi
Paling sigap melayani
Sepanjang malam
Sepanjang hari

Polisi yang baik hati
Sahabat yang dicintai
Teman yang menyemangati
Kehadiranmu slalu dinanti

11.7.23

Foto: Corned Beef [1993-1996]

 

Corned Beef Band:
- Rahmat Yunanto, Vokal
- Slamet Widodo, Bas & Vokal
- Widyar Ali Wiharsanto, Drm
- Yudhie Yarcho, Gitar & Vokal

Additional Player:
- Koko, Gitar
- R. Widiatmoko, Gitar






26.6.23

Edane: Jabrik (Big Town)


Album kedua Edane dengan cover warna hitam, musiknya masih serupa dengan album pertama mereka dimana distorsi gitar begitu dominan dengan riff-riff yang padat. Di album ini posisi vokal berganti dari Ecky Lamoh ke Heri "Ucok" Batara. Teriakan Ucok memang tidak semelengking Ecky, tapi itu tidak mengurangi daya ledak album ini.

Berisi 12 track lagu dengan total durasi kurang lebih sekitar 50 menit, dengan 7 lagu diantaranya berbahasa inggris dan 2 lagu instrumental. Album dibuka dengan pekikan gitar pada lagu berjudul "Wake of The Storm". 

Favorit saya di album ini adalah lagu berbahasa inggris berjudul "Jungle Beat", di mana bagian yang paling saya sukai adalah riff gitarnya yang tanpa sadar membuat saya manggut-manggut setiap kali memutar lagu ini, baik di aplikasi layanan pemutar musik digital maupun kaset pita yang saya putar menggunakan tape recorder.

Lagu lain yang saya suka adalah sebuah balada berjudul "Victim of The Strife" yang juga sering saya rengeng-rengengkan atau cover melalui aplikasi Smule di android.

Bagian refrain Victim of The Strife:

Do you hear they are cryin 
such a lonely life
Not fit for a child 

Look into their eyes are shinin'
they're never tell a lie
Just keep the light a live

Album ini juga memuat satu nomor instrumental permainan bas dari Iwan Xaverius berjudul I.X.S yang tak mau kalah dengan sang gitaris Eet Sjahranie dengan instrumentalnya berjudul Kurusetra.

Secara keseluruhan, menurut saya album ini tidak kalah dengan album debut mereka sebelumnya. Bahkan makin menegaskan bentuk dan warna musik yang dipilih Edane.

***

Edane:

Eet Sjahranie    Gitar, Backing Vocal
Iwan Xaverius  Bas, Backing Vocal
Fajar Satritama Drum, Backing Vocal
Heri Batara       Vokal

List Lagu:

1. Wake of The Storm
2. Jungle Beat
3. Jabrik (Big Town)
4. Victim of The Strife
5. Call Me Wild
6. Pancaroba
7. Kharisma
8. Way Down
9. I.X.S
10. Alam Manusia
11. Burn It Down
12. Kurusetra

25.3.23

Rotor: New Blood [1997]



Album yang dirilis tahun 1997 ini sungguh beda dengan pendahulunya (Behind The 8th Balls dan Eleven Keys), karena Rotor bereksperimen dengan memasukkan unsur drum menggunakan programming. Jadi jika didengarkan, album ini bernuansa industrial. Tapi meski demikian, sayatan gitar I.R.S masih tetap ada dan menjadi warna dari band Rotor.

Berisi delapan lagu yang sebagian besar berlirik bahasa Inggris dan hanya satu yang menggunakan bahasa Indonesia di lagu yang berjudul Nadya. Hentakan musik yang disuguhkan Rotor di album ini membuat manggut-manggut kepala yang mendengarkannya, akan tetapi bagi yang tidak biasa atau belum pernah mendengarkan album-album Rotor sebelumnya mungkin akan sedikit mengernyitkan dahi dan lalu berpikir: "Ini musik apaan?!"

Selain musiknya yang terdengar beda, lirik lagu Nadya pun bisa membuat tersenyum. Album New Blood ini menampilkan foto-foto masa kecil para personelnya pada cover album tersebut.


Nadya
Music & Lyric by I.R.S

Malas kami mikir
Biar gini aja
Pening kali pun kepala
Biar gini aja
Habis pula ide kami
Biar gini aja
Banyak kali pun persoalan
Biar gini aja
Lagu nggak komersil
Biar gini aja
Musik pun susah dijual
Biar gini aja
Idealisme harus jalan
Biar gini aja
Tapi kami harus kaya
Biar gini aja


Biar gini aja (4x)


Rotor Band line-up:
I.R.S Guitars, Vocals, Drum Programming
B.B   Drums
J.P   Bass

Songlist:
1. My Name Is Santet
2. Dead In Sleep
3. Javanese Liqueur II
4. Y-Rail Blue
5. Regret
6. Mind Changes World
7. Javanese Liqueur I
8. Nadya

Tentang album Eleven Keys, silakan kunjungi : Rotor: Eleven Keys [1995]
Tentang kepergian IRS, bisa dikunjungi di : RIP:IRS