2.8.16
RIP: Krisna J Sadrach
29.7.16
Smule: Membuat Saya Merasa 20 Tahun Lebih Muda
Beberapa bulan belakangan ini saya sedang "mesra" dengan Smule. Sebuah aplikasi karaoke yang bisa dioperasikan di hape android. Dengan smule, saya bisa menyanyikan lagulagu yang saya inginkan. Dari berbagai genre, seperti rock, metal, pop, alternative, sampai reggae, ada. Dari lagu tahun 60an, 70an sampai termutakhir juga tersedia.
Setidaknya dengan aplikasi ini bisa mengobati kerinduan sekaligus nostalgia tentang aktivitas nyanyi menyanyi yang pernah saya lakoni dulu, ketika masih aktif ngeband, di kampung dan di kampus.
Oh ya, dengan aplikasi smule, kadang kita juga bisa berduet dengan penyanyi asli dari lagu yang kita mau nyanyikan. Di samping kita juga bisa mengasah kemampuan bernyanyi kita, baik mau bersolo atau berduet. Berduet dengan orang negeri sendiri maupun orang asing. Secara serius atau having fun. Monggo saja.
Lepas dari sisi persoalan hak cipta, mari nikmati kemudaan dan keriaan ini. Mumpung.
17.5.16
Koes Plus
Selepas SMA saya menjadi pengangguran sebentar karena masa transisi sebelum menuju ke perkuliahan. Selama menganggur itu saya sehari-hari nongkrong bareng dua orang teman, yang bernama Bagong dan Bandhot. Setiap hari kami selalu nenteng gitar, nongkrong sambil nyanyi-nyanyi. Waktu itu saya belum bisa main gitar, hanya ikutan nyanyi saja.
Kemudian saya iseng-iseng ikutan belajar main gitar, yang menjadi guru gitar saya adalah Bandhot, yang pernah punya pengalaman merantau di Surabaya.
Apa lagu yang pertama saya latih mainkan dengan gitar? Lagu "kembali"nya Koes Plus. dengan riff sederhana dan lirik yang mudah dihapal membuat saya bisa berlatih main gitar dengan nyaman.
Sebelumnya saya memang sudah menjadi penikmat lagu-lagu Koes Plus yang saya dengarkan melalui siaran radio transistor. Jadi sedikit banyak saya sudah cukup akrab dengan lagu-lagu mereka. Apalagi kedua orang tua saya juga cukup familiar dengan Koes Plus, bahkan memiliki beberapa kaset rekaman mereka.
Bagi saya, Koes Plus merupakan band besar di Indonesia yang menjadi panutan dan kiblat bagi band-band setelahnya.
Apa lagu favorit saya? Hampir semua lagu Koes Plus yang pernah saya dengar, saya hapal liriknya di luar kepala. Tapi tentunya ada beberapa yang menjadi lagu kesenangan saya, yang masih sering saya dengarkan sampai dengan sekarang, di antaranya adalah Why Do You Love Me, Pelangi, Ku Jemu, Kelelawar, Jangan Terulang Lagi, Hatimu Beku serta Andaikan Kau Datang.
Bagaimana dengan anda?
11.5.16
Ahmad Dhani
Dari bernawa Dewa 19, berubah menjadi Dewa, kemudian membentuk The Rock yang kemudian bertransformasi menjadi TRIAD. Lalu berdirilah Mahadewa. Mengorbitkan Dewi Dewi, yang kemudian menjadi Mahadewi. Satu nama yang selalu terngiang di telinga, yaitu Ahmad Dhani.
Ya, sisi musikalitasnya tak bisa dipungkiri lagi. Dengan berbagai jenis musik yang sudah terbiasa di dengarnya, dipadu dengan kesukaannya terhadap dunia sufi terutama Jalaluddin Rumi dan Al Ghazali menjadikannya sosok musisi yang komplet dalam menciptakan lagu. Musik yang bagus dan lirik yang filosofis banyak menghiasi lagu-lagu yang diciptakannya, baik ketika bersama band-band yang saya sebut di awal maupun dengan proyek solonya bersama Ahmad Band. Apalagi ketika dia bekerja sama dengan Bebby Romeo.
Musik dan lirik ciptaan Ahmad Dhani telah ikut mewarnai perjalanan yang saya lewati. Baik di saat saya jatuh cinta maupun sedang bersedih hati.
Saya pernah menghadiahkan sebuah kaset album Dewa 19 kepada seorang gadis yang saya sukai, ketika itu saya masih kuliah. Di album tersebut ada lagu-lagu seperti Risalah Hati, dan beberapa lainnya.
Benar, semakin ke sini lirik yang diciptakan Ahmad Dhani semakin tidak begitu berat saya rasakan, tapi bagaimanapun musiknya telah ikut menemani perjalanan saya.
Bagaimana dengan anda?
